Pulau Breueh: Salah Satu Pulau Terbarat dan Terindah di Indonesia - Titik Wisata

Pulau Breueh: Salah Satu Pulau Terbarat dan Terindah di Indonesia

- January 13, 2018
Pulau Breueh merupakan salah satu pulau yang terletak di bagian paling barat Indonesia, Pulau Breueh juga salah satu dari beberapa pulau-pulau yang terletak di wilayah Aceh, selain Pulau Nasi, Pulau Batee, Pulau Kareusik serta pulau-pulau kecil lainnya. Waktu ideal untuk berpergian ke Pulau Breueh adalah Bulan November.

Desa Rinon. Desa terbarat di Indonesia. Konon namanya diambil dari RI 0 (RI Nol)
Sebenarnya banyak pula pulau-pulau terbarat di Indonesia yang memiliki keindahan lainnya. Seperti Pulau Weh dan Pulau Breueh terletak paling ujung di bagian barat Indonesia.

Bagaimana Menuju Pulau Breueh

Di Pulau Breueh hanya terdapat 1 moda transportasi yang biasanya dipakai oleh wisatawan berkunjung ke Pulau Breuh yaitu Kapal Nelayan berangkat dari pangkalan kapal yang alakadarnya di sekitar Sungai Lampulo, Banda Aceh tujuan Lampuyang dan Gugop/Serapong, Pulau Breueh. 
Pelabuhan Serapong

Kapal berangkat setiap hari pada pukul 14.00 WIB jika cuaca dan kondisi gelombang air laut yang mendukung. Kapal berangakat setiap hari kecuali hari Jumat. dengan biaya sebesar Rp. 25.000 Per Orang. Sepeda motor dapat diangkut ke dalam kapal nelayan dengan biaya  Rp. 25.000 juga. 

Lama perjalanan kapal nelayan menuju ke Pulau Breueh 2 hingga 4 jam. tergantung dengan kondisi cuaca dan tingginya permukaan gelombang air laut. Kapal balik dari Gugop/Serapong pada pukul 07.00 WIB, untuk dari Lampuyang kurang tahu.

Fasilitas yang terdapat di Pulau Breueh

Fasilitas yang terdapat di Pulau Breueh masih kalah dengan Pulau Weh, akantetapi sudah cukup nyaman untuk para traveller yang akan berkunjung ke Pulau Breueh. Tidak ada Home Stay, Hotel, Penginapan disekitar Pulau Breueh, namun jika anda ingin bermalam di Pulau Breueh dapat dengan berkemah, atau menumpang di rumah warga sekitar Pulau Breueh.

Jalur Utama di Pulau Breueh dapat ditempuh dengan motor, akan tetapi tidak disarankan menggunakan motor matic. Listrik di Pulau Breueh telah dialiri selama 24 jam . Jaringan yang terdapat di sekitar Pulau Breueh cukup mendukung untuk surfing internet.

Warung nasi dan toko-toko sederhana dapat ditemui di sekitar pelabuhan. Tidak ada fasilitasi Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dan tiada pula tugu-tugu tandingan seperti tugu 0 km di Sabang, Pulau Weh.

Daya Tarik Pulau Breueh

Pulau Breueh dikelilingi Samudera Hindia, Teluk Benggala, dan Laut Andaman. Ikut beraktivitas seperti nelayan sangat mengasyikan ketika di Pulau Breueh. Masih banyak pantai-pantai yang belum atau hampir sama sekali dijamak oleh manusia alias Pantai Perawan atau The Virgin Beach, Seperti, Pantai Lambaro, Pantai Baloh, Pantai Melingge, dan Pantai Lhok Kruet.

Snorkeling dan Surfing dapat dilakukan di Pulau Breueh terutama di bagian timur pulau, namun anda harus membawa peralatan nya sendiri karena di sekitar Pulau tidak terdapat penyewaan alat-alat untuk surfing dan snorkeling. Pada bulan tertentu , kondisi ombak sekitar Pulau Breueh sangat cocok untuk surfing. 

Daya tarik utama di Pulau Breueh ialah Mercusuar Willem's Toren, peninggalan Belanda. Dari atas Mercusuara telihat Pulau Rondo dengan jelas 

Berapa Lama berkunjung ke Pulau Breueh

3 hari 2 malam dengan waktu efektif hanya 1 hari cukup untuk melihat Pulau Breueh secara garis besar. Jika punya waktu lebih kalian dapat hiking Gunung Ceumoh yang merupakan puncak tertinggi di Pulau Breueh , Tracking hutan, hunting air terjun, dan Pantai tersembunyi, serta berburu di bangunan-bangunan yang terbengkalai peninggalan Belanda serta berburu landang ganja yang misterius
 

Advertise here