Kampung Adat Prainatang, Mengenal Budaya Sumba Nusa Tenggara Timur Lebih Dekat - Titik Wisata

Kampung Adat Prainatang, Mengenal Budaya Sumba Nusa Tenggara Timur Lebih Dekat

- January 10, 2018
Kampung Adat Prainatang merupakan kampung yang dimana warga disana menganut kepercayaan Marapu, Kepercayaan asli Sumba. Kampung Prainatang adalah sebuah kampung yang terletak diatas bukit wilayah mondu. Kampung Adat Prainatang sendiri tergolong dalam kampung megalit yang artinya kampung yang ada sejak waktu zaman megalithikum.
Rumah Adat Di Desa Prainatang


Siapa yang pernah menonton film Marina pembunuh 4 babak, yang menjadi kisah nyata dari tanah sumba?
Sebuah Film layar lebar yang baru saja tayang di Indonesia dan berhasil meraih beberapa ajang perfilman nasional hingga internasional.

Walaupun saya sendiri pun belum pernah menonton film tersebut, pada film ini menceritakan sebuah kisah tentang budaya marapu yang sangat kental.

Marapu? Pernahkah anda mendengarnya? Apa itu Marapu? Marapu adalah kepercayaan masyarakat lokal Sumba kepada sang leluhur jauh sebelum agama kristen datang ke Sumba. Seni pahat, Kubur Batu, Kuda Sandelwood, Upacara Pemakam dan lain-lain ialah adat masyarakat Marapu, Sumba dari zaman bahelak.

Lokasi Kampung Adat Prainatang

Lokasi Kampung Adat Prainatang berlokasi di diatas bukit wilayah mondu, tepatnya berada di Desa Mondu. Letaknya sekitar 20 km dari Kota Waingapu. 

Apabila kalian mengunjungi Kampung Adat Prainatang dari Kota Waingapu kalian menghabiskan waktu sekitar 1jam dengan jarak tempuh sekitar 20 kilometer. 

Saat diperjalanan kalian akan disuguhi pemandangan-pemandangan yang tampak elok bila dipandang, melewati sabana, pantai pasir putih puru kambera serta gerombolan sapi dan kuda yang bebas di alam untuk mencari makan.

Rute Perjalanan menuju Kampung Adat Prainatang

Bagi anda yang masih bingung dan awam tentang wilayah-wilayah di pulau sumba? dan apakah jauh dari ibukota Nusa Tenggara Timur, Tentu sangat jauh. sebelum mencapai kampung ini, kawan-kawan akan disuguhi pemandangan yang sangat indah melewati savana puru kambera dan pantai berpasir putih puru kambera. sapi-sapi dan kuda-kuda mencari makan di alam bebas yang diliarkan pemilik nya akan menjadi pemandangan yang sempurna, yap jumllah nya ada ratusan kuda dan sapi, bahkan babi pun di lepas bebas,, hahha kalian akan merasa aneh melihat babi-babi hilir mudik di jalan raya. Kalian dapat menggunakan kendaraan motor menuju ke Kampung Adat Prainatang.

kondisi jalan menuju kampung ini terbillang bagus, hanya saja ketika simpang terakhir menuju kampung jalannya berbatu dan tidak di aspal. tapi gak terlalu parah.
mengapa kalian saya sarankan mengunjungi kampung ini?? 


karena kalian akan mendapatkan cerita langsung dari kepala adat desa adat itu mengenai adat dan kepercayaan masyarakat sumba yang jumah nya hanya 7 buah rumah yang semua bangunan nya hampir mirip.

dari segi bagunan rumah adat sumba timur disini agak sedikit berbeda dengan rumah adat yang ada di sumba barat atau sumba barat daya, yaitu pada atap yang di buat tidak terlalu tinggi di bandingkan rumah adat yang ada di sumba barat, tengah maupun sumba barat daya, entah kenapa alasan nya yang pasti ada cerita tentang perbedaan bentuk rumah adat yg ada di sumba timur ini

Peta Menuju Kampung Adat Prainatang

Harga Tiket Masuk dan Biaya akomodasi lainnya

  • Harga Tiket Masuk (HTM) di Kampung Adat Prainatang, sebesar Rp. 50.000,00 sebenarnya ini bukan tiket masuk melainkan donasi kepada Kampung Adat Prainatang.
  • Tarif Berfoto dengan Rumah Di Kampung Adat Praintang, sebesar Rp. 50.000,00

Asyiknya Ke Kampung  Magis

mengunjungi kampung adat yang sarat akan budaya dan magis ini.

mengapa saya bilang magis? yaps karena kepercayaan mereka menganggap roh leluhur mereka masih ada di sekitar mereka dan menjaga serta mengawasi mereka.

cerita yang paling membuat saya merinding adalah batu kubur yang ada di depan rumah kepala desa ini.
kenapa? karena mereka tidak mengetahui siapa dan kapan leluhur mereka yang ada di lubang kubur tersebut, hanya saja yang membuat saya sedikit bingung adalah mereka akan tahun keturunan siapa saja yang ada di lubang batu kubur ini, dan setiap yang mati akan di kuburkan satu lubang berdasarkan keturunan leluhur nya. mengerikan bukan? dan yang pasti, upacara adat kematian di kampung ini sangatlah sakral dan sarat akan kurban penyembelihan hewan2 seperti kerbau dan dan kuda.

mungkin sampai disini dulu tulisan saya.. heheh jika teman2 ingin bertanya hal-hal yang belum jelas atau ada penjelasan saya yang keliru mohon di benarkan, karena cerita ini saya dapat langsung dari kepala adat desa prainatang yaitu umbu Kawau Wulumbaro.

 

Advertise here